Posted in Ketukan Hati, untuk Islam

Riyadhah Bathin 

Sebuah frasa yang disadur dari salah satu kajian Ust Hanan Attaqi, Lc.. Riyadhah Batin, mengingatkan kembali pada satu episode paling emosional di sepanjang tahun 2014. Bersama orang-orang dalam potret di atas. Salah satu pesan paling melegenda dari abang komandan saat itu adalah “menjadi seorang qiyadah memiliki kewajiban untuk jadi orang paling memahami, paling mengerti pada para jundi-nya. Sedangkan mereka tidak berkewajiban jadi orang paling memahami kita. Dengan demikian dekat dengan Allah menjadi sebuah kebutuhan paling utama”. Kira-kira demikian, sebab kita yang seharusnya banyak mendengar keluh kesah mereka, tentu tidak tepat untuk menumpahkan keluh kita pada mereka. Tak ada Pilihan lebih baik kecuali mendekat, mengadu dan merintih hanya kepadaNya.

Rasanya lebih mudah kita memutaba’ahi kapan terakhir riyadhah jasad, olahraga mengeluarkan keringat. Atau mungkin terwakili dari kucuran keringat tersebab bekerja. Tentu masih menjadi sahabat sehari-hari akan keletihan setelah mencuci, mengepel, menyiapkan makanan dan mengasuh anak bagi wanita rumah tangga. Yang berhilir pada kuatnya raga dan berujung ucap syukur pada Nya.

Lalu, masihkah kita ingat. Kapan terakhir menangis saat mengasah latih hati. Kapan terakhir basah saat sholat dan Tilawah, kapan terakhir menggugu saat mengangkat tangan seraya meminta padu. Jika mengingat itu menjadi pekerjaan paling sulit saat ini. 

Lalu dengan cara apa Allah memasukkan mahabbah dalam hati kita. Dengan cara apa Allah mengenalkan kecintaanNya yang besar dalam dada kita. Dengan cara apalagi Allah menghujamkan sabar dan syukur menjadi akhlaq kita?

Sebab Allah begitu senang hambaNya meminta ampun padaNya. 

#H-36R #MengasahHati #Istighfar #Istighfar #Istighfar #Istighfar #Istighfar #Terooooossssssss

Posted in Puisi, untuk Islam

Azzam

Pesanku kepada anakku, jadilah pendakwah dengan berbagai caramu. Dan azzamkanlah, bahwa dakwah adalah jalan kehidupan keluarga kita. Selamanya
(Fillah, 2016)

Karena ia terdahului niat.
Yang dengannya tak terbendung basahnya air mata syukur
Kelurusan hati telah Dia kunci
Lalu, jika terlampau sakit…
Maka tengoklah, cermin yang kau gunakan mungkin saja diam-diam kau jatuhkan. Rapi disembunyikan.
Tapi lihat bagaimana kebaikan Tuhan mengkilaukannya melebihi bayangan yang kau simpan.

Posted in Cerita-ku dan -kita, untuk Islam

Bekerja yang ‘Tidak Hanya’

image
Foto, doc http://dalamframe.blogspot.co.id

Bagi sebagian orang, selepas menerima ijazah yang bergelar…
Mendapatkan pekerjaan adalah salah satu doa terkeras yang terhampar dalam sujud-sujud malam.

Termasuk saya,

bukan untuk sekedar ‘mendapatkan rezeki’, tapi adalah sebentuk tanggung jawab seorang manusia dewasa, seorang anak pertama, seorang yang terdidik mandiri oleh agama dan orangtuanya. Tentu sebagai upaya memenuhi salah satu muwashafatnya.

Qadirun ala kasbi

Bekerja hanyalah SALAH SATU upaya mendekatkan rezeki, BUKAN mendatangkan rezeki. Karena Allah-lah yang menurunkannya.

Bekerja, juga adalah tetap bermakna cara. Cara yang berbeda tentang berdakwah (menebar kebaikan) dengan di kampus dulunya. Sehingga, doa-doa yg terungkap menjadi bulir2 air mata karena kesungguhan pun akan menuntunnya.

Saat bekerja mau apa?

Tanggung jawab dibaliknya yang harus dipertemukan dengan jalan surga. Mengabdi kepada Allah azza wajalla.

Karenanya, percayalah rezeki itu akan mengikuti, kalau Allah Ridha 🙂

Kalau dihitung2, gajiku ga cukup untuk kebutuhan ini itu. Biaya kos, uang makan, biaya ke dokter gigi dan kulit sekian dan sekian, biaya setoran TV, dll. Karena rezeki itu TIDAK SELALU BERBENTUK UANG!
Tapi Allah selalu cukupkan, in syaa Allah rezekinya berkah dan asal ga pelit2 buat sedekah

–Sharing dari tetangga kamar. Betul juga, tak perlu kita khawatir atas pembagian rezeki di sisi Allah.

Justru yang perlu kita khawatirkan adalah,
seberapa porsi diri kita untuk Allah? Apakah selewatnya saja, jika ingat saja, separuh saja,

atau seluruhnya?
Dengan meniatkan segala untuk beribadah dan meraup ridhoNya?
Setelah bekerja, patutkah semakin lemah berurusan dengan Allah! Padahal sepanjang waktu Dia berada dalam kesibukan (QS. Ar Rahman:29)

Bekerja penuh waktu, paruh waktu, bekerja di perusahaan dengan gaji selangit adalah pilihan.

Tapi bekerja karena, untuk, dan bersama Allah adalah pekerjaan sesungguhnya.

Itulah bekerja yang tidak hanya. Tidak hanya mencari uang, tidak hanya mencari link, tidak hanya bermain peran, tidak hanya jaga gengsi.

Tetapi mencari hati yang basah. Basah akan keimanan. Karenanya, bekerja tidak hanya mengeksploitasi potensi. Bekerja akan membangun pondasi. Membuka kontribusi. Serta memeluk hati untuk introspeksi.

Basahnya iman
ikhlasnya hati
lembutnya lisan
luwesnya kelakuan
merunduknya ke-tawadhu-an
renyahnya sapaan
merdunya Tilawah AlQur’an
luar biasanya jalan perjuangan
terasa semua begitu mengesankan

….adalah tanda bahwa Allah juga melimpahkan ki-tidak hanya-annya saja. Dia melampauimu memberikan segala kebutuhan untuk menjagamu. Bahkan yang tak pernah terucap.

Apapun pekerjaanmu

Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taubah [9]: 105)

Posted in Cerita-ku dan -kita, Puisi, untuk Islam

Senjaku Berakhir Bersamamu

images

 

Aku tak terpikir apa, warna senja saat masih pagi. Kudalami saja perjalanan hati bersama langkah kaki yang terus saja menyusuri lorong-lorong kampus tua itu. Sudah lama tak ku dalami suasananya. Mulai banyak orang asing yang berseragam kuning, jakun ! Ah, sebenarnya sudah tiga kali hal ini terjadi. Pertanda waktuku sudah tak lama lagi menyelesaikan diri. Setidaknya, aku harus memiliki cerita saat pulang untuk mengakhiri senja.

Dan sejak hari ini, saat kamu menjatuhkan tubuh dipundakku. Aku semakin tegas menyeka keresahan yang masih tersisa tadi malam. Saat kamu bilang sambil tersenyum, “Kak setelah pencarian panjang ini aku punya mimpi, aku mau bikin Islam itu bangkit lebih baik lagi”. Kuperhatikan, wajahmu sedikit memerah, bergabung dengan warna kerudung kuning, maka timbul semburat jingga yang indah. Seindah bagaimana perasaanku saat mendengarkan mimpi tulus itu. Dan kuteliti lagi, memang benar penuh emosi saat kamu ucapkan berirama dengan serak suara dan mata kaca-kaca.

Dan adikku, walau baru setahun kita bertemu dan memilin waktu sungguh telah kutemukan satu garis sama dalam pikiran kita. Bahkan ketika senja akhirnya terlewati dan menjingga karena senyum semangatmu, ketika kita sepakat bahwa PR kita masih banyak 🙂

Posted in Puisi, untuk Islam

Setelah 1 September

1 sept

 

Entah, malam-malam menjadi sendu

Ketika melambai dari malam sebelumnya dan menyambut pagi setelahnya

Selamat malam, kata sang bulan

Yang tetap tenang memandangku

Sambil mengucap pesan, “terus berdoa dan persiapkan diri”

Posted in Cerita-ku dan -kita, untuk Islam

– Satu Hari untuk Fusi –

Image

Berakhir beberapa menit tadi tangan kami mengepal. Tepatnya, 8 kepal sedang menjingga di bawah lampu perpustakaan psikologi UI, kami bukan hendak menyemangati akan aksi. Tapi, kami sedang menyerukan “Fusi 3 tahun mendatang yang lebih baik !”..  Gertak Febri memimpin aksi penyemangat kami. Satu per satu, Kak Barkah, Mia , Arini, Isqi, Aku, Endah, dan Gesang spontan mengikuti dengan meneriakkan Ukhuwah, Bermanfaat, Respect, Cerdas, Kreatif, Dedikasi, Kuat, dan Visioner.

Masya Allah, ke delapan-delapannya masih terdengar lantang di antara koyak tumbang rasa kantuk yang mulai menyerang saudara-saudari kami, rasa tak fokus seakan mengukung konsentrasi kami. Ada 2 orang calon ketua Fusi Psikologi di sana, hhm ga papa sih, cuma informasi aja hehe

Dan duh, entah menggema sekali Fusi hari ini, beberapa ide muncul dari diskusi-diskusi saat menyusun mozaik grand design 3 tahun mendatang, segala aspirasi keberatan dan persetujuan tertumpah dalam perwajahan. Ah, adaaa saja 🙂 tercetus muncul untuk mengadakan #GIM (Gerakan Indonesia Mentoring) Wuuuush, cakep benerr dah ^^

Dan aaah, rasanya pertemuan sore – malam tadi membuka lagi momen-momen ketika Arisan, melihat mereka mengikuti gerak senam “Ya Iyalah”, hhm seperti mendapatkan aroma kerinduan yang semakin menyeruak, rindu untuk berdedikasi, lebih respect dan berkolaborasi untuk menegakkan dakwah di psikologi. Allahu Akbar.

Setegak saat tadi hanya ada aku dan Farah sebagai peserta Mubes Fusi di saat semua peserta sedang sibuk bercengkerama dengan kegiatannya masing-masing, ya sudahlah pikir kami seperti merasa diadili.. hahahaha

Ya, Fusi banyak sedikit membuat kami yang di dalamnya meneguk tegak. Di mana aku harus menyaksikan siapa-siapa orang yang sudah ber-azzam dan menjatuhkan dirinya pada jalan dakwah ini, dan siapa saja yang mencoba menggetarkan dirinya sendiri dengan pikirannya.

Rasanya lagi-lagi Ali-Imran : 10 menjadi ayat kesukaanku di mana tak ada keraguan akan janji Allah dalam menempatkan siapa-siapa yang akan menjadi umat terbaik, sembari mendengarkan cerita seorang kakak yang sedang dihujani banyak amanah sebagai seorang penggerak dakwah Syi’ar sekaligus Kaderisasi. Tuntutan akademis yang sama-sama kami rasakan menjelang ujian akhir, amanah menjadi ketua lembaga, amanah mempersiapkan grand design dakwah fakultas, amanah-amanah di tingkat kampus.. maka satu pesannya, maka masing-msing kita harus memiliki seorang teman, yang senantiasa mendukung, menjaga, mencintai. merendah lagi memahami yang akhirmya bermuara pada satu nilai fungsi ukhuwah..

maka sesungguhnya nilai Dakwah, ukhuwah dan ibadah akan menjadi kolaborasi mapan nan meraup berkah, in syaa Allah 🙂

#SatuJamuntukFusi

Depok, 7 – 12 – 2013 21 : 20

Posted in untuk Islam

Kolaborasi Apik~

Image

Menjadi hal yang sangat menyeru bagiku saat ini, ya. menjadi seseorang yang dibentangkan amanah untuk menjadi salah seorang Muslimah, seorang anak, seorang sahabat, seorang mahasiswa Psikologi semester 5 yang dengannya dihamparkan lahan pembinaan dan pendidikan… adalah hal yang membuat senantiasa dada bergetar menyudut semua arah. 

Ya. Kolaborasi. yang menyusun mozaik rindu pada binaan~ menyeka visi membina untuk sebuah perjalanan sejarah.

Menghela didik untuk sebuah fase menular berkah~

Apik. Seapik psikologi, pembinaan dan pendidikan meneriakkan lelang bahwa diri menjejak baik..

Demi surga dan penyemai hujan di layang bumi dan semestanya…

Posted in Cerita-ku dan -kita, Uncategorized, untuk Islam

Ramadhan : Hujan di Sepanjang Bulan

masjid-senja

“Sudah siaaaaap ??? #Rindu Ramadhan Euy” tersebut adalah status whatsApp yang saya pasang beberapa hari lalu, tak jera menjemur kesiapan di antara kekakuan-kekakuan atas ketidakpekaan diri mematungkan senja di atas peraduan. Ya. Di Masjid itu, Masjid Ukhuwah Islamiyah. dalam suasana yang hampir sama, sensasi yang hampir serupa. Aku tertegak menikmati kerinduan, rindu akan kasih sayang, rindu akan kampung halaman, rindu akan sesempurna dekapan Tuhan. Ya, di Bulan Ramadhan 2 tahun yang lalu, saat status masih baru –mahasiswa baru-  hehe. Ketika aku masih belajar menikmati keletihan, belajar mencintai perjuangan dan belajar menyusuri peradaban. Dengan ketidaktahuan langkah yang terus saja berjalan menuju arah cahaya.

Teringat untuk berusaha berbagi cahaya dari kajian singkat kemarin di MUI, Ramadhan tahun ini bahkan jumlah jemari tangan dan kaki sudah sangat kelewat cukup untuk menghitung harinya, malam ini pun telah memasuki malam Nisfu Sya’ban, sungguh sudah sangat dekat kedatangan bulan teristimewa itu, jadi bersiaaap ????. Agar Tak Gagal di Ramadhan Tahun Ini, itulah tajuk kajian di sela senja kemarin. Sederhana namun mengena, sedikit namun bermakna dan singkat namun membahana 🙂

Mengapa bulan Ramadhan menjadi begitu istimewa ? mengapa juga saya menyebutnya sebagai hujan di sepanjang bulan ? ya. Karena segala kearifan dan kasih sayang Allah turun serta merta tanpa batas di bulan ini. Turun beramai-ramai dan mendatangkan kenikmatan yang tak tertahan.

Allahpun telah berkata bahwa Dia akan membalas langsung ibadah shaum hambaNya, bagaimana tak istimewa ? Bahkan Allah sendiri meen yang akan membalas ibadah kita 🙂 *ga kebayang aja Allah yg secara langsung menyematkan pahala kepada kita, nikmat !

Jadi, jadi, jadi perlakuan kita pada ibadah yang satu ini juga harus istimewa ! pasti ga mau dong menyesal di akhir, dan jadi alumnus yang ga lulus saat Ramadhan telah usai ? #semoga tidak

Maka, kerinduan lah yang harusnya kita bangun untuk menyongsong hujan sepanjang bulan ini. Karena apa ? Kerinduan lah yang membuat kita mempersiapkan diri lebih baik, kerinduan yang diiringi dengan kesungguhan, kerinduan yang juga diiringi dengan ketaqwaan dalam bersegera bertemu RabbNya.

Lalu, mumpung masih di bulan Sya’ban apa saja nih yang bisa kita persiapkan ? #agar tak terlambat (Kalo kata guru SMA, segala kegagalan itu berawal dari keterlambatan, nah lo !)

  • Menjaga waktu sholat, tidak menunda-nunda –> nah ini, mas-mas dan mbak-mbak yang shalih nan shalihah, kalo masuk kuliah dan rapat aja kita berusaha buat dateng tepat waktu, harusnya ketika sholat pun kita juga datang tepat waktu yak, yang panggil Allah lhoh 🙂 #berabe kalo kita udah gabisa mendengar panggilan termulia ini. Terutama menjelang Ramadhan, semoga cukup waktu untuk memperbaiki kebiasaan sholat di awal waktu, dibedakan yak sholat tepat waktu dan di awal waktu 🙂
  • Perbanyak shaum sunnah  –> ini juga jadi usaha pembiasaan diri menjelang Ramadhan, (dari Bukhari Muslim. Aisyah R.A berkata : Saya tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau banyak berpuasa selain di bulan Sya’ban) hayoo.hayoo banyak latihan berpuasa, boleh Ay-Yaumul Bidh, senin kamis atau Daud 🙂
  • Membuat perencanaan Ramadhan  –> jadi ga cuma perencanaan hidup, akademik dan nikah yang harus dipersiapkan *eh, tapi Ramadhan juga harus dipersiapkan yaa targetannya. Bisa juga siapkan daftar doa setiap harinya, boleh juga doain saya ya, hehe. Jadi dari sekarang sok siapin aja semuanya, ambil buku dan tulis targetannya bukan malah simpan buku karena libur yah, siapkan AlQur’an terbaiknnya, siapkan fisik dan kesiapan hatinya. Siapin juga sirupnya *eh

Itu tadi persiapan sebelum Ramadhan, lalu gimana nih pas Ramadhannya ?? Tenang, ada contekannya, hehe, sok disimak 🙂

  • Menjaga semua ibadah wajib di bulan Ramadhan
  • Shaum dengan benar, sejak waktu sahur hingga berbuka
  • Sholat wajib selalu berjamaah à usahakan sebelum adzan sudah siap di  masjid. Kalo biasanya masuk hanya berdoa, nah pas Ramadhan tambahin niat i’tikaf yaa 🙂
  • Menjalankan ibadah sunnah “Dan hamba-Ku masih mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah sunnah hingga Aku mencintainya”
  • Perbanyak baca Al-Qur’an –> nah penting buat kita menyiapkan segala yang dapat menunjang kita betah buat baca Al-Qur’an, kalo perlu beli Al-Qur’an baru yang super OK dari segi huruf, besar huruf dan ketebalan agar kita nyaman bacanya. Bahkan ada lhoh orang yang rela beli kursi super duper mahal khusus untuk baca Al-Qur’an, #cakeep. Kalo biasanya target baca Qur’an setengah atau satu juz, naah pas Ramadhan boleh banget ditingkatin, apalagi ada Nuzulul Qur’an J–>Menjaga lisan dan menahan marah
  • Mengoptimalkan waktu –> nah semuanya akan bernilai ibadah di bulan Ramadhan, jadi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, yang biasanya tidur lagi habis QL atau sehabis shubuh, yook biasakan dari sekarang gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat #sambil melirik diri sendiri *semoga bisa*
  • Benar dalam memaknai akhir Ramadhan, (Khalifah Umar ibn Abdul Aziz memerintahkan seluruh rakyatnya untuk mengakhiri puasa dengan memperbanyak istighfar dan sedekah –> untuk menambal yang robek/pecah dari puasa)
  • Persiapkan lebaran dati sekarang –> jadi pas Ramadhan udah fokus sama ibadahnya 🙂
  • 10 malam terakhir adalah masa-masa yang paling genting, kenapa ? karena ada malam Lailatul Qadr, jadi jadi jadi… pastikan kita tak ketinggalan. Daaan masa terakhir ini loh yang bakal jadi penentu nilai akhir kita di mata Allah, apakah kita jadi pemenang atau pecundang sejati #wooo. Jadi penting banget nih kita atur agenda Ramadhan kita mulai dari sekarang, pastikan 10 hari terakhir kita jadi waktu paling pol-polan yaak 🙂

 

Hhhm, semoga usia kita Allah sampaikan hingga Ramadhan tiba. Segala perencanaan telah siap, setidaknya kita sudah berusaha menrencanakan yang terbaik. Karena siapa yang gagal merencanakan, berarti ia merencanakan kegagalan. Semoga kita bisa menikmati sejuknya hujan di sepanjang bulan. Aamiin. *Menjadi pengingat keras untuk diri sendiri

#CountDown H-16

 

Posted in Uncategorized, untuk Islam

1 Mei : Hari Buruh Kok Dirayakan ?

 1meiweb1

            Sudah menjadi agenda rutin rupanya setiap tanggal 1 Mei para kaum ‘buruh’ di Indonesia menggelar berbagai macam aksi untuk menuntut hak-hak yang seharusnya seimbang bisa mereka terima. Bahkan dalam perayaan besar-besaran ini seorang Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan ikut andil serta dalam demo buruh yang diadakan di bundaran HI hari ini. Hal ini beliau akui telah dilakukan sejak satu tahun yang lalu. Memang sebegitu istimewakah tanggal 1 Mei sebagai hari buruh sedunia dirayakan dengan begitu banyaknya energi yang harus dikeluarkan ? diantara para buruh itu bisa jadi mereka banyak yang menanggalkan pekerjaannya dalam satu hari demi sebuah aksi besar-besaran ini. Semoga tidak ada yang terdzolimi atas semua ini.

Lalu sejarah apa yang sebenarnya terjadi pada tanggal 1 Mei ? Pada tahun 1776 disinyalir menjadi tanggal didirikannya sebuah organisasi rahasia dunia dengan nama Illuminati. Illuminati berasal dari bahasa latin Illuminatus yang berarti tercerahkan. Organisasi ini dibentuk oleh Adam Weishaupt, seorang yahudi pada masa pencerahan Eropa. Organisasi rahasia kuno ini diikuti oleh berbagai macam intelektual yang banyak menduduki posisi penting di beberapa pemerintahan. Menurut penelitian, organisasi Illuminati ini bergerak di bawah tanah dengan sangat rahasia yang menjalankan segenap agenda Zionisme yang didasarkan pada ajaran Qabala, yaitu ordo rahasia yahudi tertua yang telah berusia lebih kurang 4000 tahun. Organisasi ini memiliki misi politik dan ingin menentukan arah peradaban manusia untuk membentuk “tatanan dunia baru” (Novus ordo seclorum) dan “Pemerintahan satu Dunia” (E Pluribus Unum) di bawah kepemimpinan kaum yahudi. Di salah satu tujuan dari organisasi ini adalah penghapusan semua agama yang ada dunia berada di bawah kekuasaan yahudi dengan berbagai macam cara. Seperti yang kita tahu sekarang bahwa Fashion, Food dan Fun telah banyak meracuni remaja yang semakin menjauhkan mereka dari agamanya. Inilah cara-cara yang mereka lakukan secara perlahan-lahan sehingga gerakannya pun tak terlihat dan sulit dibuktikan keberadaannya.

Hari kelahiran Illuminate pada tanggal 1 Mei ditetapkan atas penyelesaian penyusunan buku Novus Ordo Seclorum oleh Weishaupt, serta penghormatan atas dirinya maka tanggal 1 Mei dijadikan sebagai hari perayaan buruh di seluruh dunia. Illuminate sekarang sudah memasuki seluruh ranah kehidupan peradaban bangsa di dunia, mengadu domba rakyat dengan pemerintahannya untuk dijadikan budak ‘dunia baru’ yang dicita-citakannya. Ironisnya, mulai tahun 2014 di Indonesia hari lahir Illuminate akan dijadikan hari libur nasional. Jadi, masih perlu merayakan ‘pemburuhan dunia baru’ ??

Sumber : republika.co.id