Posted in Uncategorized

Sesaat

image

Sesaat, berkelebat segala rasa
Rindu, irisan paling sama

Kemudian,
Berubah menjadi bulir hangat
Melelehkan muara

Siap Bang, In syaa Allah jika memang dibutuhkan

Sebuah obrolan singkat pagi hari di sebuat ruang bicara maya

“Jangan Mba, saya mau pulang”

“Emang pulangnya kapan?”

“Hhmm, belum tahu Mba >.<

Sebuah obrolan dalam suatu diskusi siang ini..

“Kakak ke mana aja?”
Aku masih di sini, setiap hari aku masih ke kampus. Mungkin kita aja yang ga ketemu 🙂

“Ah, kakak jangan pergi yaa, jangan pulang dulu. Nanti kalau aku bingung cerita sama siapa!”

Lagi, obrolan dua hari lalu dengan seorang adik di selasar masjid.

Sesaat
Cukup. Untuk mengingati 4.5 tahun ke belakang. Di sini.

Sesaat, kerinduan pada tanah kelahiran begitu mengudara
Sesaat, kerinduan pada bumi pendewasaa begitu melangit
Lalu, mana yang lebih merona hati?

Baru bergulir beberapa hari lalu, haru menyisi-i pergantian generasi di kampus ini.
Melepaskannya, berarti setelah ini….
….bukan berarti selesai. Mungkin iya dalam satu bentuk, tapi ia akan berubah menjadi bentuk yang lain.

Lalu?
Apa yang kamu persangsikan…

Menunggu keputusan Allah adalah terbaik. Mungkin, menyiapkan untuk pulang menyambut arena lama yang baru, dengan tetap meroda mendewasa. Sesaat demi sesaat…

Advertisements

Author:

Muslimah. Penikmat Hijau. Sarjana Psikologi UI. Mencintai Pendidikan, Psikologi dan Pembinaan. Sederhana. Dewasa bersama dakwah, dan Merawat hati bersama Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s