Posted in Uncategorized

Wajah-wajah Istimewa

Yap, tentu banyak. Banyak bukan? Tak terkecuali saat ini, sedang menunggu wajah-wajah orang serumah berhamburan dari “pintu kedatangan kereta” Stasiun Pasar Senen Jakarta. Mengantarkan diri menjumpai anak pertama dan mbaknya yang esok akan diwisuda.

Pada masanya, ia jumpai banyak sekali makna, dari mulai yang keluar dari bibir2 suci hingga getar2 hati yang berceceran di jalan2 besar. Sederhana dan penuh arti, mewarnai 4 tahunnya di sini.

Yang menjadi titik balik, banyak wajah2 yang membuatnya bersyukur sebagai perwajahan Dia yg maha luhur.

Sempat, sempat beberapa waktu lalu. Ia begitu goyah, terbersit dalam hatinya tak mampu. Futur. Selama ini merasa pongah, lulus uji dr yang maha mengatur. Tapi wajahNya begitu terang menyelamatkan insan. Menyentil hati2 yang mulai ragu akan pertolongan2Nya. Rasa khawatir kehabisan uang, rasa takut aib terbuka, dan rasa bimbang pandangan manusia. Namun dengan kesempurnaan cintaNya pada dia, ia mulai bisa menangani diri.

Kemudian ia tertolong dan terus tertolong, dengan rasa ikhlas yang begitu berat dia usahakan.

Empat setengah tahun yang lalu, banyak yang meragukannya. Memandang tak mampu. Mungkin mereka tersenyum masam dalam hati. Lucu, batinnya. Karena memang mimpinya terlihat konyol, tapi hebatnya keyakinan dalam dirinya begitu kuat. Orang bilang “mimpi itu kan gratis, jadi bermimpilah sesuka hati. Gapai setinggi2nya”. Haha dan itu semakin melekat dalam hatinya. Mengesankan lagi, untung ia tak hanya tidur dan menikmati mimpi. Ia bangunkan malam2nya dengan sujud dan air mata, memvisualisasikan kampus impiannya, berteman segelas air putih dan lampu 5watt. Karena semakin semangat, ia meminta pada ibunya yang sesekali melihat anaknya tak kunjung rehat untuk mengganti dengan lampu putih. Alhamdulillah dikabulkan. Hanya wajah2 istimewa yang melihatnya. Sehingga nilai2 di sekolahnya pun lumayaan…. Sama saja! Haha
Karena azzamnya menjaga kebersihan diri dan ilmunya begitu kuat.
Lagi-lagi kata seorang motivator “Kalau kita jujur ketika di sekolah, in syaa Allah akan dimudahkan ketika kuliah, jika belum percayalah Allah akan mudahkan saat skripsi, jika belum juga in syaa Allah akan dimudahkan dalam mendapat pekerjaan…”
Begitu terpatri, sehingga meski nilainya tak kunjung memasuki 3 besar di smart class buatan sekolah terbaik di kotanya itu. Keyakinannya semakin meningkat tajam seiring dengan volume air mata harap yang dikeluarkan.

Masih teringat jelas dalam pikirannya bagaimana ekspresi2 dan tanggapan2 ragu. Bahkan ketika doa2nya terkabul, ia menjadi calon mahasiswi baru Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, seorang guru BK nya berkata “kamu yang sabar ya, in syaa Allah ada jalan lain”. Ya untuk ke sekian kali.
Untung di usianya itu, ia sudah rutin berhalaqah sehingga hal2 demikian yang menyentil hatinya tak berasa apa2.

Keyakinannya terbukti. Waktunya banyak ia habiskan untuk aktivitas2 tarbawi, da’i dan mengaktualisasi diri selain menjalani kuliah. Selama 4 tahun ini. Semoga Allah senantiasa menjadikan istiqomah sebagai akhlaqnya.

image

Terimakasih Allah, telah hadirkan banyak wajah2 istimewa untuk mengantarkan pada pertemuan dengan wajah2 istimewa lainnya. Jadikan ia pendidik masyarakat yang bermanfaat.

Advertisements

Author:

Muslimah. Penikmat Hijau. Pembelajar dalam merawat hati dan menempa iman. Mencintai dunia pendidikan dan psikologi ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s