Posted in Uncategorized

✨Merencakan (kesibukan) Bulan Ramadhan✨

Momentum Ramadhan. Banyak sekali bukan? Selain merancang program Ramadhan dan target harian bersama kelompok pengajian atau para binaan, biasanya.. Biasanya satu khas kesibukan di antara kita adalah mempersiapkan buka puasa. Dengan apa, di mana dan bersama siapa. Memang betul, berbuka puasa itu nikmat. Seperti hadits yang menyatakan “Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (muttafaq ‘alaihi)

Nah, dari sini tentu berbuka puasa menjadi satu hal yang istimewa. Maka di antara kita ada yang ‘berusaha lebih’ untuk mempersiapkannya. Bahkan rela menambah kesibukan untuk mengurusnya dan menambah  anggaran untuk menikmatinya. Sah sah saja. Menikmati waktu istimewa dengan orang2 istimewa memang menyenangkan.

Namun ada poin penting yg ingin disampaikan melalui tulisan ini. Terlebih dalam konteks di kampus. Bagi para aktivis kampus, memiliki teman dan partner kerja yang banyak adalah suatu keniscayaan. Bahkan waktu yg disediakan untuk orangtua jauh lebih sedikit dibanding bersama kawan2 seperjuangan.

Nah, berawal dari sini saya menemukan suatu fenomena yang terus terjadi sepanjang tahun. Yaitu, ketika di antara kita sibuk mempersiapkan buka2 puasa kita dengan ‘tidak wajar’ menurut saya, selalu eksis di semua buka bersama. Dengan organisasi A dan B, dengan organisasi A angkatan sekian dan sekian, organisasi B dengan angkatan sekian dan sekian, bukber tingkat kampus, fakultas, bahkan kelas. Yang padahal orangnya juga bisa jadi itu-itu saja, yang padahal bisa saja setiap hari kita makan bersama mereka. Kenapa kita tak terpikir untuk berbuka puasa dengan saudara2 kita yang yatim, fakir, miskin? Yang mana pasti jarang sekali kita lakukan di hari2 biasa. Seringkali kita mentraktir saudara2 seperjuangan kita. Maka menurut saya, jadikanlah Ramadhan itu benar2 istimewa. Belum lagi, bagi anak rantau ketika pulang hanya sepuluh hari, waktunya habis untuk buka puasa bersama teman TK, SD, SMP, SMA dan organisasi bahkan teman les.

Halo!, jangan sampai akhirnya waktu kita habis dengan hal demikian. Jangan lupa juga bahwa kebahagiaan lain yg hakiki dr orang2 yg berpuasa adalah berjumpa dengan RabbNya. Maka jadikanlah kesibukan2 kita adalah dalam rangka memenuhi target2 ibadah kita yg pahalanya amat mulia di sisiNya, jadikanlah waktu kita sebagai bentuk menghindari kedzoliman baik untuk diri sendiri dan Allah. Begitu rindunya kita pada bulan Ramadhan. Maka jangan rela ia pergi dengan kesibukan kita yang melenakan, tapi kembalikan pada kesyukuran kita atas Nikmatnya yang tercurahkan.

Hanya sedikit berbagi renungan, mungkin ada yg berbeda pandangan. Itulah tanda kita peduli pada pikiran. #ntms

Selamat mempersiapkan produktivitas 🙂
Semoga makin bertambah keimanan, kesyukuran dan bertambah hafalan 🙂

Advertisements

Author:

Muslimah. Penikmat Hijau. Sarjana Psikologi UI. Mencintai Pendidikan, Psikologi dan Pembinaan. Sederhana. Dewasa bersama dakwah, dan Merawat hati bersama Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s