Posted in Cerita-ku dan -kita, Puisi, untuk Islam

Senjaku Berakhir Bersamamu

images

 

Aku tak terpikir apa, warna senja saat masih pagi. Kudalami saja perjalanan hati bersama langkah kaki yang terus saja menyusuri lorong-lorong kampus tua itu. Sudah lama tak ku dalami suasananya. Mulai banyak orang asing yang berseragam kuning, jakun ! Ah, sebenarnya sudah tiga kali hal ini terjadi. Pertanda waktuku sudah tak lama lagi menyelesaikan diri. Setidaknya, aku harus memiliki cerita saat pulang untuk mengakhiri senja.

Dan sejak hari ini, saat kamu menjatuhkan tubuh dipundakku. Aku semakin tegas menyeka keresahan yang masih tersisa tadi malam. Saat kamu bilang sambil tersenyum, “Kak setelah pencarian panjang ini aku punya mimpi, aku mau bikin Islam itu bangkit lebih baik lagi”. Kuperhatikan, wajahmu sedikit memerah, bergabung dengan warna kerudung kuning, maka timbul semburat jingga yang indah. Seindah bagaimana perasaanku saat mendengarkan mimpi tulus itu. Dan kuteliti lagi, memang benar penuh emosi saat kamu ucapkan berirama dengan serak suara dan mata kaca-kaca.

Dan adikku, walau baru setahun kita bertemu dan memilin waktu sungguh telah kutemukan satu garis sama dalam pikiran kita. Bahkan ketika senja akhirnya terlewati dan menjingga karena senyum semangatmu, ketika kita sepakat bahwa PR kita masih banyak 🙂

Advertisements

Author:

Muslimah. Penikmat Hijau. Sarjana Psikologi UI. Mencintai Pendidikan, Psikologi dan Pembinaan. Sederhana. Dewasa bersama dakwah, dan Merawat hati bersama Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s