Posted in Uncategorized

Malam 21 Ramadhan : Sedih adalah Kehilangan Mas(s)a

Berawal dari azzam menuliskan segala buncah cerita selama bulan cinta Ramadhan, berharap Ridho menyelimuti. Menyiangi insane untuk meraup hikmah dari setiap sesuatu yang membuatnya terinspirasi…

 

Tulisan berikut ini akan beraroma sangat random, hehe

Memang terkadang Allah memberikan hikmah hanya sekedar melalui satu kalimat saja, ada pula berhari-hari beraktivitas tapi serasa tak memiliki makna apa-apa. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan ?

  1. Seorang Imam yang Tak Kehilangan Jama’ahnya

Aku baru satu hari di rumah, ya belum tepat semalam. Berarti malam itu adalah Tarawih pertama di kampong halaman. Ah, mungkin ceritanya standar. Seperti alasanku untuk menghabiskan sepertiga Ramadhan di kampus. Masih sama, adat tarawih di kampung yang tak berubah, cepat, kilat, tak begitu terdengar jelas suara imam, dan ya begitulah. Sangat berbeda dengan kondisi tarawih di kampus yang maha syahdu atas lantunan sang hafidz di barisan terdepan. Namun bukankah da’wah itu memang disesuaikan dengan mad’u-nya ? (tuh kan mulai random, -,-). Jadi setelah ini aku akan memfokuskan cerita pada kharisma seorang imam yang ada di dekat rumah.

Sungguh luar biasa, tak berbekal cukup tampan ataupun berharta jutawan. Beliau biasa saja, anak-anaknya tiga masih kecil. Tapi beliau memang keturunan kyai dan diakui kehebatannya menyampaikan isi kajian dari kitab-kitab kuning (kitab yang biasanya digunakan di pesantren-pesantren kuno daerah Jawa). Bahasanya yang ringan dan sangat menyentuh kehidupan sederhana lingkungan kami. Meskipun tak semuanya aku seirama dengan keyakinan beliau melalui dalil-dalil yang dituturkan, ah kalian juga tentu tahu ini hanya masalah keyakinan.

Tempat sholat kini berubah, bukan mushollanya yang berjalan dari gang sebelah menuju gang rumah kami. Entah bagaimana, katanya sang imam mendapat fitnah akhirnya musholla yang dulu beliau kelola diminta kembali oleh sang punya dan menjalankan uang agar para jama’ahnya tetap sholat di musholla tersebut. Ah, begitulah rona-rona kehidupan kampong. Berpindah tempat bukan lantas perjalanan sang imam berhenti, karena permintaan dari para jama’ahnya yang dahulu, didirikanlah tenda di depan rumahnya untuk menaungi sholat tarawih setiap malamnya. Ya sangat sederhana tapi tak mengurangi sedikitpun esensi niat para warga untuk beribadah.

Aku dengar, dengan kepindahannya menuju gang di mana tempat rumah kami berdiri makin banyak orang yang mendapat hidayah atas perantaranya. Alhamdulillah semoga istiqomah. Dan di luar kebiasaan, massa jama’ah sang imam sama sekali tidak berkurang hingga tarawih malam terakhir didirikan. Terbukti dengan tidak majunya shaf ke depan. Allahu Akbar, Allah maha adil. Ketulusan berda’wah takkan pernah ternoda dengan ingin-ingin syahwati dunia. Maka masa dan massa yang kelak akan menjadi saksinya, bahwa kebaikan itu universal dan Islam rahmatan lil’alamiin.

 

  1. Berbicara Masa

Menangis, lalu menulis

Tentang segala lukis perasaan yang kukais

Sepertinya aku sedang belajar egois,

Ah, seperti anak kecil saja !

 

Tapi ini bukan sekedar egois, atau bahkan apatis

Tapi ini tentang masa lalu dan masa mendatang yang ronanya selalu saja meringis

 

Menjala hikmah memang tak selalu lurus, tapi berlapis

Dulu saat kecil, sulit melingkarkan mereka

Sekarang dewasa, terlingkarkan tapi sulit berlari bersama

Katanya memang ini kaidahnya

Yaa nikmati saja

 

Baik kecil ataupun besar, aku berharap jalan ini mendewasakan kita

Ketika kita…

Bergerak tanpa diminta

Ketika kita…

Bersuara meluruskan perkara

Ketika kita…

Tersakiti tapi membalas doa

Ketika kita…

Musyawarah dan menjauhi debat yang membara

Ketika kita…

Menikmati hujan saat terjebak di beranda musholla

Ketika kita…

Mendirikan malam saat sulit menyela

 

Berharap malam ini yang senantiasa mengingatkan diri tentang malam-malam sebelumnya untuk menghadapi siang-siang selanjutnya…

Semoga kamu dan mereka berdamai dan menjala pelajaran yang sama atau bahkan lebih dari yang terduga

Advertisements

Author:

Muslimah. Penikmat Hijau. Sarjana Psikologi UI. Mencintai Pendidikan, Psikologi dan Pembinaan. Sederhana. Dewasa bersama dakwah, dan Merawat hati bersama Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s