Posted in Cerita-ku dan -kita, Puisi

Seikat Rasa untuk Saudara

 

 

Kau pinjamkan aku telinga

Telinga yang senantiasa terbuka untuk ceritaku,

Senduku…

Telingakupun ku simpan sampai bertemu dirimu

Karena ku tahu, hanya telinga yang sanggup ku gadai dalam persaudaraan kita

 

Kau pinjamkan aku mata

Yang dengannya, pandangan tak ada semu maya

Yang ada, hanya mata yang menceritakan semua doa

Tanpa sisa

Seperti saat kurapikan mataku, untuk bertemu dirimu

Dengan pandang cinta, dalam persaudaraan kita

 

Sekali lagi kau pinjamkan aku bibir

Yang dengannya tak pernah kudengar kasarnya kau mencibir

Justru berdzikir

Ah kamu, izinkanlah pula kudekatkan bibir

Pada hatimu yang senantiasa kebaikannya terlahir

 

Sepertinya hanya satu yang tak bisa aku ataupun kamu pinjam

Ya, tentang rindu..

Rindu yang terenda di sepertiga malam

Rindu yang melemahkan sombong

Dan menguatkan cinta

Rindu yang melemahkan ragu

Dan menguatkan ikhlas

 

Maka tanggalkan sejenak jika ada air matamu

Dalam bahuku

Lepaskan sejenak kesahmu

Dan simpan dalam doaku

Kemudian bangun cinta dalam hati kita

 

Seikat rasa persaudaraan

Untuk saudara-saudariku yang senantiasa meminjamkan rasa

Maka izinkan aku menyumbangkan cinta terdalam dalam jiwamu

Advertisements

Author:

Muslimah. Penikmat Hijau. Sarjana Psikologi UI. Mencintai Pendidikan, Psikologi dan Pembinaan. Sederhana. Dewasa bersama dakwah, dan Merawat hati bersama Allah.

One thought on “Seikat Rasa untuk Saudara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s