Posted in Cerita-ku dan -kita

5-6 Ramadhan : Mendidik Anak = Mendidik Diri Sendiri

Berawal dari azzam menuliskan segala buncah cerita selama bulan cinta Ramadhan, berharap Ridho menyelimuti. Menyiangi insane untuk meraup hikmah dari setiap sesuatu yang membuatnya terinspirasi…

 

Akhir dari pekan pertama magang di SKKM, sungguh kesyukuran Allah berikan kesempatan untuk menjala banyak logika. Di bangku kampus, hanya macam teori ala barat nan melelahkan mata. Maka tunduk kesyukuran mengidungkan jiwa menyuarakan bisik tasbih meneduhkan pandang dan menyejukkan telinga.

Well, hari itu adalah agenda Qur’an Nite pertama untuk anak-anak siswa SKKM. Mabit, yah macam agenda di kampus. Jika di kampus banyak melakukan konsolidasi atau tarbiyah diri. Maka, kerennya sekolah ini juga mentarbiyah anak-anak dari mereka kecil. Mirip. Mirip dengan agenda kita saat mabit. Masya Allah, saya benar-benar belajar “How to” di sini.

Selepas kegiatan sore dan ikrar, muraja’ah dimulai. Astaghfirullah, di sini mulai muka tersobek-sobek.  Jaman kecil gue dulu ngapain ? heuheu, anak-anak udah pada banyak hafalannya. Hhm,, setidaknya saya belajar bagaimana mentarbiyah anak sedini mungkin. Oke, pelajaran pertama.

Agenda hari itu adalah membagikan ta’jil yang telah dibawa anak-anak ke masyarakat sekitar. Di sini saya belajar kembali. Pelajaran kedua, anak-anak banyak yang malu untuk membagikan ta’jil ke masyarakat sekitar. Oke, jadi kita sebagai orang dewasa juga harus mendewasakan mereka dengan memberikan teladan yang baik. Yaitu tak boleh malu kalau mau berbuat kebaikan untuk orang lain.

Alhamdulillah hampir semua anak SD di SKKM sudah berpuasa, selepas sholat tarawih dan witir anak-anak dipersilakan untuk istirahat. Deuh anak-anak, pada masih rempong dengan sleeping bag dan tempat masing-masing. Jadilah mereka baru tidur jam 00.30, begitupun juga saya. Padahal jam 01.30 semua harus sudah bangun untuk Qiyamul Lail berjama’ah di lapangan. Masya Allah, benar-benar tidak boleh ada tak tega dalam mendidik anak. Pelajaran ketiga.

Semua agenda bernafas Islam dan pendidikan. Tidak ada pembantahan, yang ada hanyalah konfirmasi ke anak untuk menyadari kesalahannya dan kemudian merubah perilakunya. Melatih anak menumbuhkan motivasi internal sejak kecil, bukan semata motivasi eksternal seperti yang biasa terjadi. Allahu Akbar ! Mulianya Islam..

Semangat mentarbiyah diri dan strategi mentarbiyah anak-anak kita 😀

Advertisements

Author:

Muslimah. Penikmat Hijau. Sarjana Psikologi UI. Mencintai Pendidikan, Psikologi dan Pembinaan. Sederhana. Dewasa bersama dakwah, dan Merawat hati bersama Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s