Posted in Cerita-ku dan -kita

Ramadhan Hari Ke-1

Berawal dari azzam menuliskan segala buncah cerita selama bulan cinta Ramadhan, berharap Ridho menyelimuti. Menyiangi insane untuk meraup hikmah dari setiap sesuatu yang membuatnya terinspirasi…

 

                Ramadhan ini bermula saat malam menjelang 1 Ramadhan. Hari kedua ke tempat Magang di Sekolah Alam Kebon Maen menambah banyak kesyukuran menyangsang dalam sanubari. Kesyukuran bermula saat menyadari bahwa sekolah ini benar-benar menanmkan tentang konsep “mendidik” karakter yang tidak hanya kepada para siswa, namun kepada para guru. Saya pun menjadi anggota tim baru turut kecipratan mendulang banyak manfaat dari sekolah tersebut. Suasana tarbiyah sangat kental yang bersandar pada fastabiqul khoirot nan tulus dari lubuk hati.

                Sepulangnya adalah agenda melipatkan diri dalam lingkarang bermakna pertama. Menuju Salemba, saya tertinggal dari rombongan yang berangkat dari Stasiun UI. Akhirnya saya berangkat seorang diri berteman murattal di perjalanan menuju Salemba. Alhamdulillah lancar hingga sampai di Stasiun Cikini. Namun ada sesuatu yang sedari tadi mengganggu konsentrasi perut, haha karena memang sedari kemarin hanya sedikit sekali makan nasi. Okelah cari-cari makanan, seluas mata memandang dan akhirnya memutuskan menuju abang penjual nasi goreng, memesan sambil bertanya kopaja apa yang ke arah Salemba. Pesanan selesai, aku berjalan beberapa langkah dan menemukan sebuah kursi plastik kosong tepat berada di depan tempat semacam posko Jokowi-JK, dengan kondisi kumuh dan agak bau, aku mengamati sekeliling. Aku hanya berpikir bahwa tempat ini sepertinya memang kosong, mana ada orang yang tinggal di tempat tersebut. Sambil mengisi hati dan pikiran, agak was-was sebenarnya karena khawatir diusir lagi seperti di terminal Pasar Senen waktu itu. Tetiba seorang nenek datang dengan baik hati menyapa, berkomunikasi sebentar dan bercerita. Beliau bilang bingung sahur dengan apa, akhirnya saya memberikan uang yang sudah ada di tangan untuk bayar kopaja tadinya. Beliau masih bertanya “nanti neng gimana bayar kopajanya?”, lanjut pada cerita selanjutnya beliau bilang bahwa sekarang sudah tidak tahu mau bekerja apa lagi, mau dagang juga sudah tidak punya apa-apa. Dahulu beliau merupakan salah seorang pedagang parcel di stasiun Cikini, beliau bilang karena digusur sama anak buah Jokowi sekarang jadi gabisa jualan. Sejujurnya dilema dalam diri mengalir dengan keras, ingin rasanya memberikan bungkusan nasi goring yang tadi sudah dibeli untuk si ibu, berharap ibu benar-benar akan puasa, karena sebenarnya sayapun masih agak ragu karena ibu tidak melaksanakan sholat tarawih karena pakaiannya kotor. Tapi yasudahlah harus husnudzon, dan mengingat pesan Aa Gym saat keamarin tausyiah di masjid UI tentang bersedekah. Oke beres nasi goreng sudah berpindah tangan dan tak lama kemudian kopaja pun datang.

                Maka sungguh nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan ? di jalan hanyalah berdzikir semoga sikap saya dibenarkan Allah dan diberikan kemudahan-kemudahan serta berharap ibu benar-benar makan sahur dan berpuasa.

                Singkat cerita saya segera menuju masjid Ar Rahman Hakim, UI Salemba untuk memenuhi undangan bersama teman-teman seperjuangan. Mulai melingkarkan diri dan berbincang ke sana ke mari untuk mendekatkan diri kembali, tentunya diawali dengan melemaskan hati sebelum dimulai. Suasana menghangat hingga pukul 02.30an bersama canda tawa dan senyum-senyum keikhlasan. Sesingkatnya lingkaran itu benar-benar memberikan makna yang berwarna. Menceritakan perjalanan hidup dari TK sampai saat ini, ada love sharing, serta pertunjukan kelucuan dedek-dedek yang sedang bermain, haha a.k.a dua orang sahabat kami yang lahir di tahun 1994 dan 1995 haha..

                Perjalanan berlabuh hingga ke Depok. Istirahat pun tertunaikan dan mendapat jawaban bahwa hari ini kita liqo mandiri dengan tugas menyusun target dan reward untuk pribadi dan kelompok selama Ramadhan ini. Yap.. beberapa targetan tambahan saya untuk tahun ini adalah menambah hafalan minimal 3 surat juz 29, meningkatkan quality time saat di rumah dan menuliskan semua aktivitas setiap hari untuk refleksi seperti yang saat ini saya tuliskan.

 

Selamat merayakan cinta 😀

Advertisements

Author:

Muslimah. Penikmat Hijau. Pembelajar dalam merawat hati dan menempa iman. Mencintai dunia pendidikan dan psikologi ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s