Posted in Cerita-ku dan -kita

Meringkas Hujan (1) ~Elegi K2NT UI 2013

 

          Tetiba senja tadi suara gadis kecil menyerobot ponselku, seketika mengalihkan bacaan tilawahku. Katanya “Setiap hari di sini hujan kak !”, hhm lagi-lagi mengenai hujan. Tahu saja aku sangat menyenangi hujan, Nak. Eh, tapi luar biasanya anak yang mengaku namanya Anisa ini baru sekali bertemu denganku. Ya, tepatnya saat acara penutupan K2N Tematik UI 2013 di Gunung Mas, Puncak. Itupun ketika aku diingatkan olehnya saat kami dikenalkan oleh kak Lili (Kriminologi UI, 2011), katanya. Pun, karena Anisa adalah salah satu anak warga kampung Sukatani, Tugu Utara. Sedangkan aku sendiri bertugas di kampung Pondok Caringin, Tugu Utara, Cisarua, Puncak, Kab. Bogor.

          Ah, itu tadi hanya sekedar mukaddimah. Banyak yang ingin kuceritakan tentang ringkasan hujan satu bulan ke belakang. Saat aku dan mungkin beberapa teman masih sering menghitung hari di setiap sesi, aaah.. masih hari ke-5… ke-7…ke-18, ah ! sudah hari ke-27 saja ! (dalam catatan buku diary). Perjalanan satu bulan itu bukan hanya sekedar perjalanan biasa dan tanpa makna apa-apa. Jauh rasanya ringkasan 30 hari dari sekedar nikmatnya 30 hari mencari cinta !

          Jika tak salah menerka, hari itu tertanggal 23 Juli 2013. Aku masih ingat hari itu adalah jadwal kami tim RT 02 (Kp.Pondok Caringin) yang terdiri dari saya, Suciati Zen Nur Hidayati (Psikologi UI,2011), Ardian Filiyanti (FKM UI,2011), Sarah Anastasya (S.Belanda UI, 2010), Muhammad Hafiz (Fasilkom UI, 2011), Raisa Fatia Dewi (Psikologi UI, 2011), Regina Pryscilla (S.China UI, 2010), Serevinna Dewita Simanjuntak (Politik UI, 2011), Mustafrikhatul Maftukhah (Keperawatan UI, 2010) dan Anisa Ulfah Hanum (Kedokteran Gigi UI, 2010) memiliki jadwal untuk menggelar lomba puisi *ceileeeh* yang merupakan rangkaian kegiatan puncak bersama warga RT 02. Hujan turun sejak semalam berlangsung hingga pagi, siang dan baru saja jinak pada sore hari. Tepat saat kami hendak beranjak menuju madrasah tempat lomba Puisi. Pagi itu menjadi pagi yang menyenangkan bagiku. Satu, melihat hujan. Meski tangan tak sampai menggapai, teduh, sejuk, riang tapi renyah. Dua, hangat sangat terasa mengandung badan. Bukan karena ada selimut tebal. Namun rindu dan kebersamaan yang menyelimuti hati kami. Tiga, seperti yang sering dikaji dalam lingkaran-lingkaran ilmu yang selalu ku rindu hujan adalah waktu yang mustajabah untuk berdoa. Maka lengkaplah nikmat hujan kala itu. Terlihat hujan bukan waktunya kami justru melipat badan, namun aktivitas kami serupa menyeragam. Me-rapat dan ada pula yang bercengkerama asyik dengan diary masing-masing, tak terkecuali aku. Syahdu. Hujan bukan mengekang kami tak melakukan sesuatu. Kami memegang pekerjaan masing-masing, memang bukan di luar rumah. Tapi jadi pengobat rinduku. Melampiaskan rindu ke keluarga kepada keluarga baru. 🙂

wiil be continuing…

 ditulis 03 Agustus 2013

Advertisements

Author:

Muslimah. Penikmat Hijau. Pembelajar dalam merawat hati dan menempa iman. Mencintai dunia pendidikan dan psikologi ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s