Posted in Uncategorized

Berbangkit ? Setiap Hari !! Bukan Setahun Sekali !

 

            Timbul sebuah kesimpulan yang rupa-rupa rasanya jarang ku hirau, selama jalan layang masih jauh dari tapakan alas bumiku, berjalan. Iya ! kemarin sore tepat tanggal 20 Mei. Sejak berhari-hari yang lalu para pemangku gerakan mahasiswa di kampusku itu sudah menggaung-gema tentang tema kebangkitan bangsa kita. Reformasi, ya kata mereka tahun ini sudah mencapai 15 tahun reformasi. Mungkin karena nama kampus kita menyandang nama bangsa, ah bukan karena itu ! Karena bangsa ini memang harusnya diperjuangkan dan dibangkitkan oleh kita yang ngakunya ‘para pemuda’ yang memiliki jiwa semangat pejuang. Bukankah ini jadi salah satu hutang kita kepada para pejuang yang memerdekakan nasib kita sekarang ? yang tak perlu lagi bersembunyi di dalam bak beras ketika para kompeni itu datang tiba-tiba dengan ganas !

            Terlepas dari segala sejarah apapun yang mendahului hari bangkit itu, Allahu a’lam. Aku sedikit sepakat dengan semangat yang coba diusung para pemangku gerakan tersebut. Pasalnya apa ? bangsa ini sudah semakin runyam kawan. Bagaimana tidak ? kebijakan-kebijakan pemerintah kita sudah semakin liar luar biasa. Bilang menyejahterakan manusia tapi mengorbankan manusia yang lain. apakah ini adil ? padahal mereka sama-sama warga negara ! Aku melihat kios-kios pedagang di stasiun cawang kemarin hancur ! aku sepakat jika itu untuk menjaga keamanan, kebersihan, bahkan kesejahteraan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Tapi, aku masih belum bisa melepaskan pikiran. Lalu bagaimana dengan pekarjaannya sekarang ? Sudahkah pemerintah memikirkan atau hanya sekedar menuntaskan tugas melakukan penggusuran. Aih, rasanya budaya bangsa ini mulai runtuh. Tidakkah para petinggi itu bisa merelakan sedikit saja kenikmatannya untuk rakyat ? Mereka sudah dibungkam bius kedzoliman mereka sendiri.

            Bagi mereka, bangkit itu sederhana ! Bahkan bisa setiap hari, sehaei 3 kali, 5 kali pun bisa. Ya kapan saja ! di tanggal 20 Mei 2013 juga aku menemukan fenomena yang ‘hhhhmmm’ menurutku, ini penghuni negara Indonesia. Ibu yang luar biasa, bisa bangkit kapan saja.

Dalam sebuah angkot menuju stasiun Tebet, “Dari mana, Yu ?”

“Ini tadi nyari Tikno (suaminya), sambil mulung nih lumayan bentar doang dapet segini, separo. Lumayan buat beli mie ayam. Sayang geremis, coba kalo engga bisa penuh ini!”

“Walah, laki-mu itu ngapain dicariin ? yaudah biarin dia pergi gausah dicariin. Takut amat”

“masalahnya dia lagi pergi sama si Farida (istri muda) !”

“apalagi lagi pergi sama farida, yaudah biarin aja ! jadi nglunjak tuh laki kalo dicariin. Udah diem aja di rumah gausah dicariin !”

“lha soalnya aku khawatir kalo ketemu sama lakinya si farida itu, entar diapa-apain lagi si Tikno itu” ceritanya, si farida (istri muda) sudah memiliki pacar baru, dan ibu ini khawatir kalo suaminya bertemu dengan pacar farida akan berantem.

Fyuuuh, potret negeri ini. Permasalahan pelik ibu sudah sudah merubah darah merah menjadi coklat. Tapi tak nampak muka kesal dalam dirinya. Ia ikhlas memulung demi untuk makan mie ayam, sedang suaminya sedang bersama wanita lain yang tak lebih baik darinya. Mungkin jantung ibu itu sudah berpindah tempat, hingga hal itu bukanlah menjadi alasan baginya untuk tak bergerak dan bangkit !

Ayo Bangkit Indonesia !

*refleksi diri untuk bisa bermanfaat untuk negeri yang anggun ini*

Advertisements

Author:

Muslimah. Penikmat Hijau. Pembelajar dalam merawat hati dan menempa iman. Mencintai dunia pendidikan dan psikologi ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s