Posted in Uncategorized

Episode Perjalanan #1

Image

 

Alhamdulillah Robbil ‘Alamiin….

Sempurna, semerbak bau ranum kembang-kembang menusuk hidung, ditemani merdu tausyiah yang daritadi mengelana dalam paduan kesyukuran, kenikmatan dan usaha ketawadhu’an…

Aku masih duduk tenang dalam angkot yang memang masih lengang, tepat saja ini masih 06.16 pagi. belum banyak orang yang memulai aktivitas di luar, ini memang hari Ahad, hari untuk keluarga kata sebagian orang yang mungkin sehari-hari hidupnya tak ditinggalkan di rumah. 

lengang, nikmat sambil merasakan desiran angin yang lembut mengenai ujung mukaku. Alhadulillah, satu per satu penumpang lain duduk di samping, depan dan belakangku. ada yang memakai seragam almamater kampus, sepertinya aku kenal warnanya.. jika tak salah itu almamater sebuah kampus yang ada di Surabaya, ingin hati bertanya tapi kemudian enggan. tak akan ada kelanjutan mungkin..

Sederhana, aku hanya semakin khusyuk mendengar siaran kajian ahad pagi dari radio. Alhamdulillah kotaku ini masih tersedia siaran yang baik. 

Kemudian perhatianku terhenti, fokus mengikuti dan meneliti 2 orang yang baru saja masuk. seorang ibu bersama anak laki-lakinya yang mungkin seumuran dengan adikku, kelas 4 SD. 

Sang ibu berbadan gemuk, nampaknya mereka agak seragam. si ibu memakai baju seragam perusahaan terbesar di Kediri, ya Gudang garam. tak kalah anaknya pun memakai topi dengan emblem merk yang serupa. hhm, mungkin memang beliau bekerja di sana.

satu hal menarik, nampak seorang ibu tersebut sangat perhatian dengan sang anak. nampak hati-hati dan memegangi dengan erat tangan si anak. khawatir kepalanya terantuk atap mobil yang melaju dari arah Pare – Kediri ini. Sebentar, mereka membawa beberapa buntelan entah apa, seperti buntelan dari kain tapi nampak sudah lusuh. sekuat apapun aku berusaha untuk berhusnudzon, tetapi prior knowledge mengenai penampilan seseorang sudah terlanjur menempel dan sulit mengelupas dengan berbagai alasan walau hati sudah berusaha menampik.

masih sepagi ini, aku melihat baju mereka seperti sudah dipakai sejak beberapa waktu. sayang, kebiasaan anak-anak fakultas psikologi yang suka memperhatikan orang lain kali ini tak bisa sempurna ku lakukan.

sepasang manusia yang menarik untuk kuperhatikan, mereka duduk tepat di belakangku karena tempat di depan cukup penuh, selama mereka naik tak lepas mataku memperhatikan. sang ibu senantiasa mengawasi sang anak hingga ia duduk tenang. sang anakpun terlihat sangat sumringah karena bisa berdekat-dekatan dengan kasih sayang bundanya. 

sementara, sejenak merenung agak miris. dengan sekelumit keadaan yang baru saja terkelebat di depan mata, mungkinkah ibu ini hendak memulung ataukan mengemis, astaghfirullah.. maafkan hamba jika bersu’udzon ya Allah, namun yang menarik yang ingin ku ceritakan di sini adalah sangat luar biasanya 2 orang ini bersama. hari ini hari Ahad, sudah pasti anak-anak sekolah libur, namun untuk urusan mencari nafkah apalagi untuk anak saya pikir orangtua tidak akan mampu untuk meliburkan diri. seperti bapak supir angkot didepanku atau bahkan si ibu-ibu tadi.

sederhana memang, mungkin jika hari ini adalah hari masuk sekolah tentu perasaan ini akan semakin beringsut bertanya-tanya, apakah ibu itu mengajak anaknya untuk bekerja dengan pekerjaan yang aku pun tahu mengenainya. tapi ini hari libur, dengan melihat wajah bahagia mereka mungkin saja si ibu sengaja mengajak anaknya untuk sekedar menemainya. ya menemani. karena aku pun menyadari, anak lah penyemai semangat terbesar orangtua. begitu juga anak, orangtualah penyemai semangat terbesar.

berbahagialah, Bu !

dan tetaplah kau temani ibumu, Nak ! saling memberikan semangat. karena di antara kalian berkilau sebuah permata bernilai harta dunia akhirat.

dan aku kembali termenung, sembari khusyu’ mendengar doa penutup tausyiah dari radio sambil melihat sepasang itu memberikan kericikan uang logam kepada pak supir.

dan kemudian, berlalu…

Advertisements

Author:

Muslimah. Penikmat Hijau. Pembelajar dalam merawat hati dan menempa iman. Mencintai dunia pendidikan dan psikologi ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s