Posted in Uncategorized

Kamu . 2

Berbicara dengan kamu

Aku juga semangat-semangat malas 

Sehari kamu berjanji keras dan melangkah cepat

Menghabiskan semua waktu berkedok untuk mengejarku 

Tapi nyatanya apa, dalam empat bahkan dua

Rakaat yang kamu cipta 

Khusyu’ itu tertunda2

Aku hanya berharap bahwa kamu

Menyelesaikan masalah kita bersama Tuhan 

Tidak dengan caramu yang tak pernah ku mengerti 

Kepada kamu yang juga aku.

Advertisements
Posted in Uncategorized

Atas nama siapa “perjuangan” itu?

Ada yang bilang bahwa pernah ada manusia yang memperjuangkanmu..

Hati-hati, sebab sekalipun kamu bilang bukan cinta yang tumbuh. Tapi cita yang bersemai, toh ketika “perjuangan” itu tak senada dengan ketetapanNya terlihat semburat kekecewaan meroak-roak.. Berhari-hari berminggu-minggu dan berbulan-bulan menghabiskan segala energimu untuk menghapusnya..

Mungkin sebab kamu menggantungkan pada cita yang kamu anggap “tidak apa-apa”, hingga orang-orang yang tercerita ikut-ikutan tak terima. Bukan semata membela perasaanmu, tapi menyayangkan atas perjuangan yang diatasnamakan untukNya. 

Sebab sudah pasti. Kalau karenaNya tidak akan kecewa. Sebab kita sudah menyiapkan hati yang lapang sejak awal tanpa mendahului membuat cita berlebihan yang kita rangkai sendiri.

Atas sebuah perjuangan yang belum berujung karena ketetapanNya, baper itu urusan hati manusia. Tapi saling menerima dan mengikhlaskan itu pertolongan Allah. Itu tawakkal. 

Kadang menjaga diri itu bukan kemudian me-lisan-kan pikiran dengan menjelaskan “perasaan2” kita. Tapi menjaga diri itu SIKAP. Aktif, otomatis.. Bukan reaktif.

*muhasabah atas cerita orang lain*

Posted in Uncategorized

Kamu.

Biarkan aku meletakkanmu pada titik tengah. Antara harapan dan me-ridha-kan. Karena ada yang pasti berpendar dengan atau tanpa kamu yang masih semu.

Posted in Ketukan Hati, Renungan

Peringatan Terindah

(Setelah sebelumnya posting agak melow) Bismillah, kali ini semoga lebih berfaedah hehe

Setelah Aisyah, putrinya difitnah dengan cara paling buruk oleh orang bernama Mistah. Orang tersebut adalah sepupu Abu Bakar yang telah didukung secara finansial olehnya. 

Tentu bisa dimaklumi jika Abu Bakar menangguhkan amal yang diberikannya kepada si pemfitnah. Lalu tak lama Allah menurunkan ayat “Dan janganlah orang-orang yang memiliki kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabatnya, orang-orang yang miskin dan orang-orang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. An Nuur: 22)

Ketika mendengar ayat ini, Abu Bakar memutuskan bahwa ia menginginkan ampunan dari Allah. Ia tidak hanya terus menerus menyedekahi orang ini. Ia bahkan memberinya lebih. (dinukil dari buku Reclaim your Heart, Yasmin Mogahed)

Sudah pada posisi manakah kita? Maka ya Rabb, lembutkan lembutkan lembutkan hati kami agar mudah menerima kebenaran dari Mu 

Posted in Uncategorized

Hingga Sampai pada yang Memutuskan

Hari ini, adalah kali kedua saya menandatangani kontrak kerja selepas wisuda S1. 

Rasa yang sangat berbeda hingga sampai saat ini, keputusan yang tidak semudah biasanya. Jika di pekerjaan sebelumnya saya merasa ‘hampir’ semua yang saya harapkan Allah kabulkan dengan kemudahan-kemudahan. Dengan intensitas doa yang relatif sama, namun kali ini berbeda. Perjuangan dan penyelesaian konflik-konflik Batin yang luar biasa.

Jika sebelumnya, dekat dengan ibukota, saya bisa memilih Jenis pekerjaan seperti apa yang akan saya lamar, informasi begitu cepat menyebar dan bisa fokus memenuhi hati dengan harapan-harapan tanpa merasa stres atau frustasi yang berarti.

Lalu kini, sebuah keputusan untuk kembali pulang sekitar 3 bulan lalu terasa begitu sulit untuk dilalui. Berdiam diri dari yang biasanya penuh aktivitas membuat saya benar-benar merasa stres. Saya, yang cukup idealis dalam memutuskan banyak hal merasa terbentur dengan kondisi yang sangat berbeda dari sebelumnya. Di kampung saya, informasi amat minim, awalnya saya bisa memilih Jenis pekerjaan yang akan saya lamar, tapi nyatanya saya harus banting stir dengan melamar pekerjaan2 yang sesuai dengan kualifikasi ilmu saya (asalkan bukan pekerjaan administratif, nah kan masih idealis). Yaitu melamar di perusahaan2 yang memerlukan tenaga Lulusan Psikologi. 

Berbekal kepercayaan diri dengan ijazah S1 dari salah satu kampus terbaik, pengalaman kerja dan organisasi saya menyemai harapan2 baru meskipun dalam hati tetap tidak sreg.

Karena prinsip doa saya dalam hal pekerjaan, saya ingin bekerja berhadapan dengan manusia, membantunya.. Bukan hanya duduk di depan mesin Berlayar. Menjadikan ilmu saya bermanfaat, tidak menjadi budak waktu dan menjadikan pekerjaan adalah ibadah. 

‘alaa kulli hal Allah memudahkannya. Dia memberikan jawaban pada apa-apa yang sebenarnya menjadi pengharapan. 

Tentang bekerja sesuai passion atau tidak. Sejatinya dalam memutuskannya bukan perkara mudah. Kalau kata para motivator2, jangan menghabiskan waktu untuk bekerja yang tidak sesuai dengan passionmu. Lha kalau kasusnya kaya saya (dan banyak orang lain yang mengalami sama) ga ada Pilihan pekerjaan, terus kudu piye??

Nah di sini poin saya, bahwa dalam memutuskan sesuatu dengan segala pertimbangan, suka atau ga, sesuai atau ga, passion saya atau ga, prinsip saya atau ga. Sejatinya keputusan itu ada di tangan yang maha Memutuskan. Karena keputusan kita saat ini hanyalah sebuah hal yang “ter-logika” dalam urutan takdir kehidupan kita.

Sekeras apapun mengejar atau melepaskan, keimanan kita utuh dengan banyak sabar dan syukur. In syaa Allah ini adalah cara Nya mendekatkan kita pada mimpi2 yang di-acc dengan keridhoanNya 

#UpMyLife #Decision #AllahIsTheBestGuide #Ramadhan25th #1438H

Posted in Uncategorized

Rindu. Sangat rindu. Tapi biar Allah yang menerjemahkan.
Kediri,

Pada malam 1 Ramadhan 1438 H

Posted in Ketukan Hati, untuk Islam

Riyadhah BathinĀ 

Sebuah frasa yang disadur dari salah satu kajian Ust Hanan Attaqi, Lc.. Riyadhah Batin, mengingatkan kembali pada satu episode paling emosional di sepanjang tahun 2014. Bersama orang-orang dalam potret di atas. Salah satu pesan paling melegenda dari abang komandan saat itu adalah “menjadi seorang qiyadah memiliki kewajiban untuk jadi orang paling memahami, paling mengerti pada para jundi-nya. Sedangkan mereka tidak berkewajiban jadi orang paling memahami kita. Dengan demikian dekat dengan Allah menjadi sebuah kebutuhan paling utama”. Kira-kira demikian, sebab kita yang seharusnya banyak mendengar keluh kesah mereka, tentu tidak tepat untuk menumpahkan keluh kita pada mereka. Tak ada Pilihan lebih baik kecuali mendekat, mengadu dan merintih hanya kepadaNya.

Rasanya lebih mudah kita memutaba’ahi kapan terakhir riyadhah jasad, olahraga mengeluarkan keringat. Atau mungkin terwakili dari kucuran keringat tersebab bekerja. Tentu masih menjadi sahabat sehari-hari akan keletihan setelah mencuci, mengepel, menyiapkan makanan dan mengasuh anak bagi wanita rumah tangga. Yang berhilir pada kuatnya raga dan berujung ucap syukur pada Nya.

Lalu, masihkah kita ingat. Kapan terakhir menangis saat mengasah latih hati. Kapan terakhir basah saat sholat dan Tilawah, kapan terakhir menggugu saat mengangkat tangan seraya meminta padu. Jika mengingat itu menjadi pekerjaan paling sulit saat ini. 

Lalu dengan cara apa Allah memasukkan mahabbah dalam hati kita. Dengan cara apa Allah mengenalkan kecintaanNya yang besar dalam dada kita. Dengan cara apalagi Allah menghujamkan sabar dan syukur menjadi akhlaq kita?

Sebab Allah begitu senang hambaNya meminta ampun padaNya. 

#H-36R #MengasahHati #Istighfar #Istighfar #Istighfar #Istighfar #Istighfar #Terooooossssssss

Posted in Uncategorized

Malam Paling Emosional

Malam ini mungkin akan menjadi malam paling emosional sepanjang tahun 2017. Selepas senja, menjelang Mentari pertanda memasuki kalender 19 April 2017.

Bagi para pejuang di Jakarta. Ini akan menjadi malam paling emosional. Selepas melimpahkan lelah tangan kaki menjadi naskah-naskah doa paling kekal.

Bagi para pelaku utama di Jakarta. Ini akan menjadi malam paling emosional. Penghabisan tawakkal yang berubah menjadi garis-garis pasrah penuh harap. 

Bagi masyarakat Jakarta. Ini akan menjadi malam paling emosional. Pada satu ujung kesabaran, mereka masih menanti hasil akhir menanti ketenangan. 

Bagi kami yang urun doa. Akan jadi malam paling emosional pula. Sebab rasa satu mengarung hati yang satu. 

Semoga kehendakNya berpihak pada upaya jernih yang dihabiskan. Agar kami merasakan kembali nikmat keimanan pada janji yang tak pernah ingkar. 

#H-37R #MalamEmosional #Menjelang19April #Jakarta #SatuIndonesia

Posted in Cerita-ku dan -kita

Kangen Depok

Ini adalah hari ke 43 setelah menepati keputusan untuk tidak kembali merantau. Artinya menetap di rumah, bersama dengan keluarga biologis dan sebagian ideologis. Melepas segala hal yang Allah titipkan untuk digantungkan pada pigura kenangan dan doa malam. Hari-hari yang masih aku pasrahkan pada ketetapanNya, yang hingga hari ini tugasku adalah meminta dan berharap pada Dzat yang maha memiliki. 

Tentu bukan keadaan mudah untuk melewati dan memutuskan ini. Tapi aku percaya bahwa aku tak boleh tak percaya. 

Siang ini, Mendapat telepon dari sahabat2 kantor di Depok. Banyak hal yang kulewatkan banyak hal yang belum tersampaikan banyak cerita yang masih mengambang. 

Yaa Allah.. Menambah rindu, satu kondisi yang harus banyak – banyak kusyukuri. Aku masih bisa menikmati kudapan ukhuwah. 

Tak lama, aku tertidur.. Mimpi yang sepertinya ini buah dari kerinduan pada Depok yang mengendap di otak bawah sadar. Bermimpi ketemu abang Thu**** lagi jalan2 sama anak2 kelas 3 Lentera di depan rumah (lha yo mosok dari Depok ke Kediri, namanya juga mimpi). Aku panggil2 dia dan dia datang terus kami berpelukan, dia nangis dan gamau pisah. Abang ini salah satu anak yang aku handle di klinik. Anaknya cakep, unik banget dan punya obsesi sama alat elektronik dan otomotif. Udah sayaaaaaang banget sama mereka, yg disayang mah banyak banget (semua anak yang dihandle) tapi gatau kenapa yang muncul abang.

Mulai kerasa kangennya. Banyak yang hilang, harus memulai kebiasaan baru. Menemukan hal2 yang ga biasa dilihat. Harus menyesuaikan diri lagi. Tapi lagi-lagi Allah punya hal yang lebih indaaaah yang lagi dipersiapkan dengan segala kebaikanNya. 

Dan kerinduan pada Depok yang akan sangat terasa adalah nuansa Ramadhannya. Fastabiqulkhairat-nya, kangen MUI yang belum nemu nikmatnya di sini, merdunya suara Imam, khusyu’nya qunut di i’tikaf 10 hari terakhir, bareng2nya tarawih sama anak kosan, saling kebut Tilawah sama temen kantor, masak bareng buka sahur dan segala aksesoris potret hidup yang lainnya.

In syaa Allah tidak mengurangi kualitas Ramadhan tahun ini yang hanya kurang 39 hari lagi. 

#H-39R #Depok #Kenangan

Posted in Uncategorized

Me-meringis-i Nasib Negeri

Negeri hari ini, di salah satu bagian wilayah kecilnya ada yang sedikit bahagia. Sebab mereka sedang menerima beberapa renteng sembako dari program pemerintah kota. Membuatnya sudah menetapkan pilihan pada Pilkada mendatang. 

Dengannya mereka merasa aman. Sedikit “lebih” sejahtera, sebab mereka menambah rasa percaya pada pemimpin yang menyentuh lembut kehidupan mereka.

Tapi di belahan bumi lain, pada pusat kota Negeri ini ada satu orang yang dikenal ber-integritas, dengan hilang adab beliau disiram wajahnya dengan air keras tepat setelah Sholat berjamaah di masjid oleh orang yang tak dikenal. Beliau Novel Baswedan, seorang penyidik senior KPK yang saat ini sedang menyidik kasus korupsi maha besar E-KTP yang baru terungkap akhir-akhir. Belum diketahui siapa yang melakukan, Jika memang dari para pihak yang “terancam” betapa nista hati yang sudah terlanjur keruh. Sehingga Demi Allah tak pantas untuk Memimpin Negeri ini. 

Sedangkan Negeri ini dibangun atas nama Allah yang dalam Pembukaan Undang-undang pun tercantum. Para peluang itu bahkan tangis dan darahnya sama sekali bukan untuk menyenangkan diri. Tapi untuk kesejahteraan masyarakat yang agung. Hidup selaras, makmur, adil sejahtera. 

Bahwa memang jika saja (pemimpin) Negeri ini sudah adil maka tidak akan pernah adanya kejahatan. Kejahatan hanya muncul karena ia merasa belum makmur, belum cukup. 

Tapi nyatanya banyak kedzoliman justru bukan datang dari orang sebagai korban ketidak-adilan. Mereka yang berlaku tidak adil menambah-nambah dengan kedzoliman yang bahkan direncanakan atas nama kekuasaan. 

Dari seorang warga negara muda, setidaknya dengan menulis ia menuang pikiran tersebab ia terlalu malu jika berada pada selemah-lemahnya iman. Semoga kamu juga.

#Negeri #H-45R